LAPORAN PRAKTIKUM INGENHOUSE DAN ENZIM KATALASE



KATA PENGANTAR

              Puji dan syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT atas limpahan nikmat dan karunia-Nya sehingga ‘Lapora Praktikum Biologi’ ini bisa disusun dan diselesaikan dengan baik daan tepat waktu. Enis laporan ini adalah pengamatan tentang percobaan ingenhouse dan percobaan enzim katalase.
Tersusunnya laporan ini, tentu atas bantuan dan dukungan dari berbagai pihak. Untuk itu melalui kesempatan ini disampaikan ucapan terimakasih kepada bapak Drs. Indro Bayuwono selaku guru mata pelajaran biologi SMAN 1 Tuban.
              Semoga laporan ini dapat menjadikan frame of think (kerangka pikir) dalam mengambil suatu putusan pembelajaran, ataupun pisau pemilah dalam pemecahan masalah. Mengingat sebagai keterbatasan kami, laporan ini masih jauh dari kata sempurna untuk itu kritik dan saran dari berbagai pihak senantiasa diharapkan demi kesempurnaan laporan ini.





                                                                                                            Tuban, 19 Agusutus 2017

                                                                                                                                                                                                                                                            Kelompok 6


DAFTAR ISI
                     




LAPORAN PRAKTIKUM

INGENHOUSE DAN ENZIM KATALASE











PEMERINTAH KABUPATEN TUBAN
DINAS PENDIDIKAN PEMUDAN DAN OLAHRAGA
SMAN NEGERI 1 TUBAN
Jl. WR. SUPRATMAN 2 Telp. (0356)321271 Tuban
E-mail/Website :
sman1tuban@gmail.com/www.smansatuban.sch.id
2017




BAB I

PENDAHULUAN



1.1  Latar Belakang

Fotosintesis merupakan suatu proses biokimia yang dilakukan tumbuhan, alga, dan beberapa jenis bakteri untuk memproduksi energi terpakai (nutrisi) dengan memanfaatkan energi cahaya. Hampir semua makhluk hidup bergantung dari energi yang dihasilkan dalam fotosintesis. Akibatnya fotosintesis menjadi sangat penting bagi kehidupan di bumi. Fotosintesis juga berjasa menghasilkan sebagian besar oksigen yang terdapat di atmosfer bumi. Organisme yang menghasilkan energi melalui fotosintesis (photos berarti cahaya) disebut sebagai fototrof. Fotosintesis merupakan salah satu cara asimilasi karbon karena dalam fotosintesis karbon bebas dari CO2 diikat (difiksasi) menjadi gula sebagai molekul penyimpan energi. Cara lain yang ditempuh organisme untuk mengasimilasi karbon adalah melalui kemosintesis, yang dilakukan oleh sejumlah bakteri belerang.
Fotosintesis dikenal sebagai suatu proses sintesis makanan yang dimiliki oleh tumbuhan hijau dan beberapa mikroorganisme fotosintetik. Organisme yang mampu mensintesis makanannya sendiri disebut sebagai organisme autrotof. Autotrof dalam rantai makanan menduduki sebagai produsen. Pada prinsinya komponen yang dibutuhkan dalam reaksi fotosintesis adalah CO2 yang berasal dari udara dan H2O yang diserap dari dalam tanah. Selain itu sesuai dengan namanya, foto “cahaya” reaksi ini membutuhkan cahaya matari sebagai energi dalam pembuatan atau sintesis produk (senyawa gula dan oksigen).

1.2  Rumusan Masalah


1.      Apa sajakah faktor yang mempengaruhi fotosintesis?
2.      Bagaimana pengaruh NaHCO3 terhadap proses fotosintesis tanaman Hydrilla verticillata?



1.3  Tujuan Penelitian

Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan bahwa dalam proses fotosintesis menghasilkan oksigen. Selain itu, untuk mengetahui faktor-faktor yang  dapat mempengaruhi fotosintesis.

1.4  Hipotesis

                               
a)      NaHCO3apabila  dilarutkandalam air akan muncul gas CO2. Sehingga konsentrasi gas CO2 dalam air semakin banyak dan mempercepat laju fotosintesis
b)      Semakin banyak CO2 di dalam air makan tumbuhan air Hydrilla verticillataakan semakin cepat dalam berfotosintesi dan akan semakin banyak mengahasilkan gas O2.

1.5  Manfaat Penelitian


Bagi kami selaku peneliti, dapat membuktikan bahwa proses fotosintesis suatu tumbuhan akan menghasilkan O2. Bagi pembaca agar dapat mengetahui faktor-faktor yang dapat mempengaruhi proses fotosintesissalah satunya yaitu pengaruh NaHCO3 terhadap proses fotosintesis tanaman Hydrilla verticillata.


           








BAB II

METODE PENELITIAN



                2.1       Waktu dan Tempat Praktikum

a.       Waktu : Selasa, 12 September 2017
b.      Tempat : Laboratorium Biologi SMA Negeri 1 Tuban

2.2       Variabel Praktikum

a.       Variabel kontrol          : tanaman Hydrilla verticillata
b.      Variabel bebas             : cahaya matahari, pemberian NaHCO3
c.       Variabel terikat           : perbedaan jumlah gelembung oksigen yang
Muncul

2.3       Alat dan Bahan

1.      Hydrilla verticillata
2.      Air
3.      Soda kue (NaHCO3)
4.      Gelas bejana 2 buah
5.      Tabung reaksi 2 buah
6.      Gelas corong/corong kaca
7.      Korek api

2.4       Langkah Kerja

1.      Hydrilla verticillata dimasukkan ke dalam gelas bejana yang berisi air dan telas dibubuhi sedikir air NaHCO3.
2.      Gelas corong diletakkan di atas tanaman sehingga seluruh tanaman terdapat di dalam corong.
 










3.      Ujung gelas corong ditutupi dengan tabung reaksi yang telah diisi air (seperti pada gambar)
4.      Kedua perangkat percobaan diletakkan dibawah sinar matahari, kemudian amati.
5.      Apabila percobaanmu berhasil maka permukaan air di dalam tabung kan turun karena terdesak oleh gas yang terbentuk.
6.      Tutuplah mulut tabung reaksi dengan ibu jari, kemudian angkat. Letakkan batang korek api yang membara di dekat mulut tabung reaksi. Amati apa yang terjadi.




















BAB III

HASIL DAN PEMBAHASAN



                3.1 Tabel hasil pengamatan


No
Perangkat percobaan
Banyaknya  gelembung
1
Gelas kimia 1(tanpa NaHCO3)
3
2
Gelas kimia 2 (ditambah NaHCO3)
13





3.2 Pembahasan


Pada gelas kimia 1 dengan kondisi normal yang diletakkan ditempat yang terkena cahaya matahari langsung, proses fotosintesis berjalan cepat karena pada air terdapat sejumlah CO2 terlarut dan mendapat cahaya yang banyak untuk melakukan proses fotosintesis.
        Pada gelas kimia 2 diberi larutan NaHCO3 (soda kue). Penambahan larutan NAHCO3 dimaksudkan untuk menambah kandungan CO2 yang terdapat dalam air, dengan persamaan reaksi sebagai berikut :
                                NaHCO+ H2O → NaOH + CO2 + H2O
                    Larutan NaHCO3 (soda kue) berfungsi sebagai katalis dalam reaksi fotosintesis. Gelas kimia yang diberi larutan NaHCO3 mebuat jumlah terlarutnya CO2 menjadi tinggi dan juga diletakkan di tempat yang terang (banyak energi untuk berfotosintesis). Oleh karena itu, proses fotosintesis menjadi sangat cepat.
                    Saat diuji coba dengan menggunakan bara api, ternyata bara api menjadi menyala. Hal tersebut membuktikan bahwa dalah proses fotosintesis menghasilkan gas yang disebut gas oksigen. Faktor kadar CO2 dari NaHCO3 terlarut yang melimpah akan mengakibatkan proses fotosintesis berjalan dengan cepat karena CO2 merupakan bahan baku utama dari proses fotosintesis yang dilakukan oleh tanaman Hydrilla
verticillatatersebut.
                    Nyala api yang dihasilkan pada percobaan ini merupakan gas oksigen (O2). Gas ini terbentuk karena proses fotolisis dimana air diuraikanmenjadi gas oksigen yang akan muncul berupa gelembung-gelembung dengan persamaan reaksi sebagai berikut :
                                                        2H2O → 4H+ + O2
        Dari persamaan tersebut,  dihasilkan molekul gas O2 dari penguraian air.

3.3Pertanyaan

1.      Apakah fungsi NaHCO3 pada percobaan ini?
2.      Zat apakah yang dihasilkan pada percobaan ini?
3.      Apa yang terjadi ketika batang korek api yang membara diletakkan di mulut tabung reaksi?
4.      Menurutmu, apa penyebab terjadinya perubahan pada batang korek api?

3.4   Jawaban

1.      Untuk menambah kandungan CO2 dalam air sebagai katalis dalam proses fotosintesis.
2.      Oksigen (O2)
3.       Nyala api semakin membara.
4.      Perubahan yang terjadi pada batang korek api dikarenakan adanya kandungan oksigen (O2) dari hasil fotosintesis tanaman Hydrilla verticillata dalam tabung reaksi sehingga nyala api pada batang korek semakin membara.




BAB IV

PENUTUP



4.1Simpulan

Berdasarkan percobaan Ingenhousz (modifikasi) yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa.
a.       Fotosintesis menghasilkan oksigen. Hal ini ditunjukkan melalui nyala api yang yang semakin besar ketika didekatkan pada mulut tabung reaksi yang berisi gas hasil fotosintesis.
b.      Penambahan substrat tertentu seperti NaHCO3  dapat mempercepat proses fotosintesis karena NaHCO3 berfungsi untuk menambah kandungan CO2 dalam air.
c.       Fotosintesis dipengaruhi oleh kadar CO2 dan intensitas cahaya. Semakin banyak kadar CO2 dan intensitas cahaya maka proses fotosintesis akan semakin cepat.

4.2 Saran

Dalam melakukan percobaan Ingenhousz (modifikasi) tersebut perlu diperhatikan hal-hal berikut.
a.       Jumlah tanaman Hydrilla verticillata yang digunakan dalam percobaan harus sama.
b.      Agar proses fotosintesis berjalan maksimal, maka kondisi tanaman Hydrilla verticillata harus segar dan fit.
Memperhatikan prosedur kerja dengan baik

LAMPIRAN

Tahap selanjutnya pengambilan air
Selanjutnya Hydrilla verticillata ditempatkan di bawah sinar matahari
Selanjutnya penambahan soda kue ke dalam salah satu tabung reaksi
Muncullah gelembung-gelembung yang menandakan bahwa proses fotosintesis menghasilkan oksigen
Hydrilla verticillata yang telah dipilih dimasukkan dengan posisi seperti gambar diatas

 

PERCOBAAN ENZIM KATALASE













PEMERINTAH KABUPATEN TUBAN
DINAS PENDIDIKAN PEMUDAN DAN OLAHRAGA
SMAN NEGERI 1 TUBAN
Jl. WR. SUPRATMAN 2 Telp. (0356)321271 Tuban
E-mail/Website :
sman1tuban@gmail.com/www.smansatuban.sch.id
2017

Nama Anggota Kelompok 6 :
1. Febri Kurnia Sandy                      (10)
2. Selvia                                            (26)
3. Septiya Ayu Megarini                            (27)
4. Shania Hazizah C. N.                             (29)
5. Yola Safira Shalsabila                            (33)


BAB I

PENDAHULUAN



1.1  Latar Belakang


                      Enzim merupakan senyawa yang dibentuk oleh organisme. Enzim pencernaan banyak terdapat dalam sel-sel tubuh. Enzim merupakan zat yang membantu semua kegiatan yang dilakukan sel. Kegunaan enzim katalase adalah menguraikan Hidogen Peroksida (H2O2) bila tidak segera diuraikan, senyawa ini akan bersifat racun dan merusak sel itu sendiri.

                      Dengan adanya enzim katalase, senyawa Hidrogen Peroksida (H2O2) dapat diuraikan menjadi air (H2O) dan oksigen (O2) yang tidak berbahaya.Cara kerja yang dilakukan enzim adalaqh sebagai berikut bahwa molekul selalu bergerak dan saling bertumbukan satu sama lainnya.Jika ada molekul substrat menumbuk molekul enzim yang tepat makaakan menempel pada enzim.Tempat menempelnya molekul substrat tersebut disebut dengan sisi aktif.Kemudian terjadi reaksi dan terbentuk molekul produk.

1.2  Rumusan Masalah

a)      Bagaimana pengaruh NaOH, HCl dan suhu terhadap kerja enzim katalase?
b)      Bagaimanakah pengaruh enzim katalase terhadap H2O2?


1.3 Tujuan Penelitian

a)      Untuk mengetahui pengaruh Ph dan suhu terhadap kerja enzim katalase
b)      Untuk mengetahui pengaruh H2O2 terhadap enzim katalase


1.4  Hipotesis

                 
a)      Kerja enzim akan sangat dipengaruhi oleh faktor suhu, konsentrasi enzim. dan derajat keasaman lingkungannya.
b)      Enzim katalase berpengaruh terhadap penguraian racun H2O2




1.5 Manfaat Penelitian

a)        Agar dapat mengetahui cara kerja enzim katalase
b)        Agar dapat mengetahui pengaruh H2O2 terhadap mekanisme kerja enzim katalase
c)        Dapat Mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kerja enzim katalase



           













BAB II

METODE PENELITIAN




2.1  Waktu dan Tempat Praktikum

a.       Waktu : Kamis, 14 September 2017
b.      Tempat : Laboratorium Biologi SMA Negeri 1 Tuban

2.2  Variabel Praktikum

a.       Variabel kontrol          : H2O2, ekstrak hati ayam
b.      Variabel bebas             : NaOH, HCl, dan suhu
c.       Variabel terikat           : gelembung-gelembung(O2) dan nyala api

2.3  Alat dan Bahan

1.      Ekstrak hati ayam
2.      Larutan hidrogen peroksida (H2O2)
3.      Larutan HCl dan NaOH encer
4.      Tabung reaksi 5 buah
5.      Mortar
6.      Termometer
7.      Air suling/aquades
8.      Kapas/kertas saring
9.      Es batu
10.  Korek api

2.4 Langkah Kerja

1.      Membuat ekstrak hati ayam dengan cara menumbuk hati tersebut dengan mortar, kemudian ditambah air suling dan disaring.
2.      Masukkan sebanyak 1 ml ekstrak hati ke dalam tabung yang diberi label A,B,C,D, E.
3.      Pada
a.       Tabung A tidak ditambah (netral)
b.      Tabung B teteskan larutan HCl
c.       Tabung C teteskan larutan NaOH
d.      Tabung D dipanaskan
e.       Tabung E didinginkan

4.      Teteskan larutan H2O2 sebanyak 10 tetes ke dalam tabung reaksi yang berlabel A,B,C,D,E (lakukan satu per satu tabung reaksi).
5.      Amati apa yang terjadi.


BAB III

HASIL DAN PEMBAHASAN



3.1 Hasil Pengamatan


No
Ekstrak hati + H2O2
Banyaknya gelembung
Nyala api
1
Netral
+++
Besar
2
+ HCl
-
-
3
+ NaOH
+
Kecil
4
Dipanaskan
-
-
5
Didinginkan (diberi es batu)
+++
Kecil

 Keterangan
 Gelembung : Banyak sekali :  +++
                        Sedikit           : +
                        Tidak ada      : -

3.2 Pembahasan


                        Enzimadalahkatalis yang terbuatdari proteindandihasilkanoleh sel. Enzimmempunyaisifatspesifikyaituhanyamengatalisisreaksikimiatertentu.Sebagaicontohenzimkatalase yang hanyamenguraikanH2O2 menjadi H2O dan O2 denganreaksisebagaiberikut :
2H2O2    ->     2H2O + O2
  Percobaaninidilakukandenganmenggunakanhatiayam.Hatiayamdigunakankarenabanyakmengandungenzimkatalase.Reaksikimia yang terjadipadaekstraksaatdiberiperlakuanadalahsebagaiberikut :

Ekstrakditambah H2O2 (hidrogenperoksida)
   Saatekstrakdiberi H2O2 terjadigelembung-gelembungudara yang banyak. Hal inimembuktikanbahwaenzimkatalase yang terdapat di dalamhatitelahterjadireaksi H2O2 menjadi H2O (air) yang terlihatpada lapisan di atashatiayampadatabungreaksi, sedangkanpadasaatdimasukkanbaraapilidi, timbulnyalaapi. Hal inimembuktikanbahwa H2O2 jugadiuraikanmenjadioksigen (O2), halinidapatdilihatmelaluigelembungudara yang dihasilkan, gelembungtersebutterdapat gas O2 sehinggapadasaatmemasukkanbaraapilidimenyebabkanbaratersebutmenyala

EkstrakditambahNaOHdan H2O2
 PenambahanNaOHdisinidimaksudkanuntukmembuatekstrakdalamkeadaan basa.  Kemudianditambah H2O2 ternyataterbentukgelembung  udara yang sedang, saatbaraapidimasukkankedalamnyanyalaapiredup. Hal inimembuktikanbahwaenzimkatalasetidakdapatbekerjasecara optimal dalamkondisiterlalubasa.

EkstrakditambahHCldan H2O2
  PertambahanHCldisinidimaksudkanuntukmembuatekstrakdalamkeadaanasam. Kemudianditambah H2O2 ternyatatidakterbentukgelembungudaraketikadimasukkanbaraapikedalamnyajugatidakterjadinyalaapi. Hal inimenunjukkanbahwaenzimkatalasetidakdapatbekerjadalamkondisiterlaluasam, karena tidak dipecahkannya senyawa H2O2 menjadi air dan oksigen. Hal tersebut disebabkan karena terjadinya denaturasi. Denaturasi merupakan rusaknya bentuk tiga dimensi enzim yang menyebabkan enzim tidak dapat lagi berikatan dengan substratnya sehingga aktivasi enzim menurun atau hilang.

Ekstrakdididihkankemudianditambah H2O2
   Ekstrak yang dididihkankemudianditambah H2O2, ternyatatimbulgelembungudara yang sangatsedikitdansaatbaraapidimasukkan  kedalamnyajugatidaktimbulnyalaapi. Hal inidisebabkankarena protein di dalamenzimkatalase yang terdapat di ekstraktelahrusaksehinggatidakdapatmenguraikan H2O2 menjadi H2O dan O2.



EkstrakdimasukkankedalamEs di tambah H2O2
   Ekstrak yang dimasukkankedalameskemudianditambah H2O2, ternyatamenimbulkangelembungudarasangatbanyaksaatbaraapi di masukkankedalamnya, danjugamenimbulkannyalaapiterang.Hal tersebut menunjukkan bahwa enzim katalase dalam hati masih bekerja, karena berhasil dipecahkannya senyawa H2O2 menjadi air dan oksigen. Hasil dari perlakuan ini menunjukkan bahwa enzim katalase tidak rusak dalam suhu rendah. Pada suhu rendah enzim hanya mengalami inaktif, dengan kata lain enzim akan bekerja kembali ketika telah mencapai suhu yang sesuai dan bertemu dengan substrat yang cocok (karena enzim bekerja secara spesifik).

3.3  Pertanyaan

1.      Dari manakah sumber enzim katalase ini?
2.      Dalam peristiwa ini enzim katalase berperan sebagai apa?
3.      Gas apakah yang dihasilkan dalam reaksi ini?
4.      Apakah substrat reaksi ini?

3.4 Jawaban

1.      Dari ekstrak hati ayam.
2.     Mempercepat reaksi penguraian peroksida (H2O2) menjadi air (H2O) dan oksigen (O2).
3.     Oksigen (O2)
4.     H2O2




BAB IV

PENUTUP



4.1. Simpulan

Berdasarkan praktikum yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa faktor- faktor yang memengaruhi kerja enzim katalase adalah sebagai berikut.
a.       pH
Enzim katalase hanya dapat bekerja maksimal pada saat pH netral. Pada saat keadaan asam(ditambah HCl), enzim katalase tidak dapat bekerja maksimal. Hal tersebut terbukti dengan tidak adanya gelembung yang dihasilkan dan tidak ada nyala api. Sedangkan pada saat keadaan basa (ditambah NaOH), enzim katalase juga belum dapat bekerja maksimal. Hal tersebut dibuktikan dengan jumlah gelembung yang dihasilkan sedikit dan nyala api yang kecil.
b.      Suhu
Enzim katalase dapat bekerja secara maksimal pada suhu optimum. Dalam keadaan suhu yang tinggi yakni 750C, enzim mengalami denaturasi sehigga tidak bekerja maksimal. Sedangkan pada suhu yang rendah yakni 20C akan mati atau membeku sehingga tidak dapat bekerja.

4.2 Saran

     Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, ekstrak hati harus dibuat sehalus mungkin. Hal tersebut dikarenakan tingkat kelarutan ekstrak hati berpengaruh terhadap kecepatan penguraian peroksida.









LAMPIRAN

Penambahan cairan hati ayam ke dalam tabung reaksi
Salah satu tabung reaksi di masukkan ke dalam air yang mendidih
Masing masing tabung reaksi di tambahkan NaCl,HCL, dan netral
Salah satu tabung reaksi di masukkan diantara balok es
Hati ayam yang telah dihancurkan
 

 
Reaksi larutan setelah di dinginkan setelah ditambahkan 10 tetes H2O2

Reaksi netral/murni setelah ditambahkan 10 tetes H2O2

Reaksi NaOH setelah ditambahkan 10 tetes H2O2
Reaksi HCL setelah ditambahkan 10 tetes H2O2

Reaksi larutan yang dipanaskan setelah ditambahkan 10 tetes H2O2

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

teks ulasan film filosofi kopi

Peranan mahasiswa dalam memperjuangkan reformasi

Materi HIV/AIDS